Pada hari Kamis, 28 November 2018, Satoshi Nakamoto melalui halaman profilnya memperbarui statu profil dengan menuliskan sebuah kata yang sangat singkat, padat namun tidak begitu jelas maksudnya, “nour”.

Mengenal Sosok Misterius Satoshi Nakamoto
Mengenal Sosok Misterius Satoshi Nakamoto

Satoshi yang terakhir membuat statusnya pada Februari 2009 cukup membuat terkejut dikalangan komunitas.

Entah apa maksudnya, tapi beberapa orang dan media mulai mencari – cari dan melakukan tafsir sendiri tentang kata itu. Menurut Urbanhire, “nour” berarti:

Orang yang paling pengasih, penyayang dan penuh perhatian yang pernah ditemui. Sangat pintar, lucu dan sensitif. Agak tersesat, masih mencari tahu apa yang dia inginkan dalam hidup dan bagaimana mencapai-nya. Keras kepala dan tidak mau mengambil saran orang lain. Ketika dia tersenyum dia membuat anda melupakan semua masalah yang anda miliki, pelukan-nya akan memberi anda sebuah jaminan bahwa anda tidak pernah merasa dan tidak akan pernah melakukan-nya.

arti Nour

Sementara itu, dalam Bahasa Arab, kata “nour” berarti cahaya, dan dalam Bahasa Ibrani berarti api.

Siapa Satoshi Nakamoto?

Tanggal 3 Januari 2009, Satoshi Nakamoto meluncurkan 31.000 baris kode pemrograman dan mengumumkan lewat internet mata uang buatannya yang disebut Bitcoin. Kehadiran awal Bitcoin juga ditandai oleh 50 Bitcoin pertama di dunia yang dihasilkan melalui sistem tersebut, yang kemudian hari dikenal dengan sebutan “Genesis Block“.  Satoshi Nakamoto sendiri-lah yang menambang “Genesis Block” itu, pada 3 Januari 2009.

Satoshi Nakamoto dikenal sebagai pencipta Bitcoin. Mata uang yang sepenuhnya dikendalikan oleh perangkat lunak. Setiap sepuluh menit atau lebih, Bitcoin akan didistribusikan pada mereka yang melakukan “penambangan” atau “mining“.

Awalnya, Bitcoin populer di kalangan kriptografer, yaitu mereka yang berkecimpung dalam penelitian penyandian (kriptografi). Tak heran, kriptografi adalah pondasi tempat Bitcoin berdiri. Di masa awalnya, Satoshi Nakamoto pun aktif di komunitas kriptografer. Ia dilaporkan cukup rajin membalas postingan di berbagai forum kriptografi.

Satoshi Nakamoto sempat bersuara cukup keras, saat Wikileaks hendak memanfaatkan Bitcoin untuk menerima sumbangan. Ketika itu, dia memprotes rencana itu. Menurutnya, Bitcoin belum siap untuk penggunaan sebesar itu.

Proyek ini butuh tumbuh perlahan agar peranti lunaknya bisa diperkuat sambil jalan. Saya mengajukan pada Wikileaks, tolong jangan gunakan bitcoin. Bitcoin adalah komunitas beta yang masih balita. Anda tak akan mendapatkan (donasi melalui bitcoin) lebih dari recehan saja, tapi dampak yang Anda bawa bisa menghancurkan kami.

Satoshi Nakamoto pada 5 Desember 2010

Namun seiring waktu, mata uang kripto ini semakin banyak dilirik untuk transaksi digital. Popularitas-nya perlahan menanjak hingga menarik perhatian kalangan yang lebih luas, termasuk Elon Musk pendiri Tesla.

Nilai Bitcoin pun meningkat. Pada saat pertama kali diluncurkan, satu Bitcoin hanya bernilai kurang dari US $ 1. Tapi pada pertengahan Desember 2013, satu Bitcoin berada pada kisaran US $710. Bahkan diakhir Tahun 2017, Bitcoin sempat menembus US $20.000

Ke Mana Satoshi Nakamoto?

Di balik kisah sukses mata uang digital ini, Satoshi ternyata memilih meninggalkan Bitcoin. Pada 12 Desember 2010, sekitar tujuh hari setelah menyampaikan pendapatnya ke Situs Wikileaks, beliau menuliskan pesan terakhir di forum

Tentunya, ketika itu tak ada yang mengira hal itu jadi postingan terakhir Satoshi Nakamoto. Ia masih cukup rutin, walau semakin jarang, membalas email penggiat Bitcoin.

Ketika itu, pimpinan pengembangan Bitcoin dipegang oleh Gavin Andresen. Pengembang yang satu ini awalnya terkenal dengan situs Bitcoin Faucet (keran bitcoin) yang bertujuan membagi-bagikan 10.000 bitcoin secara gratis.

Gavin Andresen menjadi satu-satunya yang masih bisa berkomunikasi via email dengan Satoshi Nakamoto. Pada 26 April 2011, Gavin Andresen menyampaikan pesan dari sang pendiri.

Pagi ini Satoshi Nakamoto menyarankan bahwa saya, dan kita (komunitas bitcoin), harus mulai untuk tidak membesar-besarkan soal keberadaan ‘pendiri yang misterius’ saat berbicara ke publik mengenai Bitcoin.

Gavin Andresen

Pada April 2011, kepada rekan-rekannya, Satoshi Nakamoto pun mengirim pesan bahwa ia “telah pindah mengerjakan hal-hal lain”. Sejak saat itu, nama Satoshi Nakamoto menghilang dan tidak terlacak. Upaya untuk menghubunginya yang dilakukan oleh para penggiat Bitcoin pun tak menuai hasil.

Sempat muncul spekulasi bahwa Satoshi sebenarnya adalah peneliti kriptografi terkemuka. Beberapa nama pun sempat “dicalonkan” sebagai identitas asli pria itu, namun tak ada satupun yang mengaku.

Ada juga yang pernah menyebutkan, bahwa Satoshi Nakamoto hanyalah nama samaran yang diambil dari nama perusahaan teknologi Samsung, Toshiba, Nakamichi dan Motorola. Diduga, karena Bahasa Inggris-nya yang sangat baik, Satoshi bahkan bukan berasal dari Jepang. Bahkan, ia disebut bukan hanya satu orang.

Salah satu teori yang cukup banyak diterima adalah bahwa Satoshi Nakamoto sebenarnya mewakili sebuah tim. Bitcoin disebut memiliki rancangan yang sangat baik sehingga tampaknya tak mungkin dibuat oleh satu orang saja.

Mengaku Satoshi Nakamoto

Siapa sebenarnya pencipta mata uang digital, Bitcoin memang masih misteri. Ternyata nama Satoshi Nakamoto hanyalah nama samaran yang dipakai oleh pria berkewarganegaraan Australia bernama Craig Steven Wright. Kepada media BBC, Wright bersikeras bahwa ialah sebenarnya pemilik nama itu, nama samaran si pembuat cryptocurrency yang selama ini dikenal.

Wright telah memperlihatkan bukti-bukti yang mendukung pernyataannya tersebut kepada BBC. Bukti tersebut termasuk kunci cryptographic yang kemungkinan hanya dimiliki oleh Satoshi Nakamoto. Kunci itu sendiri dikatakan Wright digunakan dalam transaksi pertama Bitcoin pada tahun 2009 lalu.

Tanggapan komunitas Bitcoin

Lalu, bagaimana pendapat dari komunitas Bitcoin itu sendiri? Menurut BBC, komunitas Bitcoin sepertinya mengakui klaim tersebut.

Anggota terkemuka dari komunitas Bitcoin dan tim inti pengembangannya juga telah mengonfirmasikan klaim Wright.

BBC

Selain itu, Jon Matonis, salah satu pendiri ternama Bitcoin Foundation pun meyakini bahwa Wright adalah penemu Bitcoin. Hal tersebut diyakininya setelah melihat beberapa bukti yang diajukan oleh Wright.

Pada sesi pembuktian di London, saya memiliki kesempatan untuk mengulas data relevan pada tiga hal yang berbeda: cryptographic, sosial, dan teknis. Ini adalah keyakinan saya bahwa Craig Wright telah memenuhi ketiga kategori tersebut.

Matonis

Mengapa baru sekarang?

Kepada media BBC, sayangnya Wright tidak terlalu jelas mengungkapkan alasan, mengapa baru membuka jati dirinya saat ini.

Saya tidak memutuskan. Saya memiliki orang-orang untuk menentukan masalah ini bagi saya. Dan mereka membuat tidak membuat hidup sulit bagi saya, tetapi bagi teman, keluarga, dan karyawan saya, dan saya tidak mau mereka terpengaruh akan hal ini. Jadi saya akan melakukan ini sekali dan hanya sekali, saya hanya akan muncul sekali di depan kamera, dan tidak akan muncul lagi untuk stasiun televisi mana pun atau media apa pun.

Wright

Dalam wawancara tersebut, Wright juga mengaku akan menolak semua hadiah atau penghargaan yang mungkin akan diterimanya di masa yang akan datang terkait dengan Bitcoin.

Terlepas dari pengakuan Craig Wright, tidak semua komunitas percaya begitu saja. Masih banyak orang yang percaya bahwa Satoshi Nakamoto masih misteri sampai saat ini.

Namun siapapun dia, Satoshi Nakamoto adalah salah satu sosok revolusioner yang mampu mendobrak sistem penegelolaan keuangan menjadi terdesentralisasi.