Sebuah organisasi nirlaba, ∞ DFINITY mencoba membuktikan kepada dunia bahwa blockchain memiliki keunggulan jauh lebih luas dan lebih dalam daripada yang kamu bayangkan saat ini. Mereka mengklaim sebagai revolusi blockchain ke-3 setelah Bitcoin dan Ethereum. Lalu, apa itu ∞ DFINITY?

Apa itu ∞ DFINITY?

DFINITY Foundation merupakan sebuah organisasi penelitian ilmiah nirlaba (non profit) yang didirikan pada Oktober 2016 oleh Dominic Williams, dan berbasis di Zurich, Swiss. Selain di Zurich, juga memiliki pusat penelitian lintas benua yang berletak di Palo Alto, San Fransisco. Memiliki 188 lebih tim ahli pada masing-masing bidang yang tersebar di hampir seluruh penjuru bumi.

DFINITY yang merupakan akronim dari Decentralized Infinity telah berhasil mendapat pendanaan yang nominalnya cukup fantastis. Pada putaran pertama di bulan Februari 2018, DFINITY berhasil mengumpulkan 61 juta US$ dari Andreesen Horowitz dan Polychain Capital. Putaran kedua di bulan Agustus 2018, berhasil mengumpulkan 102 juta US$, sehingga total bersahil mengumpulkan pendanaan proyek sebesar 195 juta US$.

DFINITY memiliki visi besar yakni membangun, mempromosikan, dan merawat Internet Computer (Komputer Internet) sebuah jaringan berbasis blockchain, terdesentralisasi, yang dapat menjalankan aplikasi besar pada generasi berikutnya tanpa batas dan terkoneksi satu sama lain dengan memangkas biaya menjalankan aplikasi berbasis awan (cloud).

REVOLUSI KE-3: INTERNET COMPUTER

Internet Computer merupakan layanan utama dari ∞ DFINITY. Inilah yang membuat DFINITY berbeda dengan ekosistem blockchain lainnya, sehingga dengan percaya diri mengklaim bahwa Internet Computer merupakan sebuah revolusi ke-3 dalam sejarah blockchain.

Dimulai dari Bitcoin sebagai revolusi blockchain pertama, dimana memperkenalkan cara pertama untuk komputer yang dapat dioperasikan secara independen dan terhubung satu sama lain secara peer-to-peer melalui internet. Namun memiliki batasan pada penyimpanan dan kecepatan transaksi, serta biaya penambang yang dapat menghabiskan listrik yang jumlahnya fantastis.

Disusul oleh Ethereum, sebagai revolusi blockchain kedua, dengan konsep baru yang lebih otomatis seperti fitur smart contract (kontrak pintar) sehingga melahirkan produk-produk desentralisasi seperti Non Fungible Token (NFT), Decentralized Exchange (DEX), Decentralized Finance (DeFi), hingga Decentralized Application (DApp). Namun tetap memliki batasan pada penyimpanan data yang besar pada semua fitur tersebut, yang pada akhirnya berdampak pada kecepatan dan kapasitas.

Kemudian, lahirlah ∞ DFINITY. Dengan teknologi Internet Computer-nya, mampu mengatasi masalah kapasitas, serta sebagai produk penyimpanan data awan (cloud) yang tidak hanya bersifat desentralisasi, namun juga cerdas dan canggih dengan menggunakan Internet Computer Protocol atau biasa disebut juga ICP.

Tepat pada hari ini, 8 Mei 2021 pukul 00.00 WIB, ∞ DFINITY resmi meluncurkan mainnet dalam acara berjudul Mercury Genesis yang mana menandai Internet Computer secara resmi bermigrasi ke jaringan publik yang terdesentralisasi.Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengunjungi artikel Tahu Blockchain lain yang berjudul, Bagaimana Cara Kerja Internet Computer?

Pada intinya, Internet Computer lahir membawa perubahan dengan konsep kapasitas tak terbatas dan berjalan pada kecepatan web, serta tingkat desentralisasi yang tinggi. Ini berarti bahwa siapa pun dapat bergabung dengan jaringan, membangunnya, atau menggunakan aplikasi yang dibangun di atasnya. Seperti membangun jaringan blockchain, diatas jaringan blockchain tanpa menggangu satu sama lain.

FUNGSI UTILITAS KOIN ICP

Seperti kebanyakan proyek blockchain lainnya, DFINITY juga memiliki mata uang kripto sebagai pendukung ekosistem blockchain DFINITY. mata uang kripto tersebut dinamakan ICP. ICP sendiri merupakan koin utilitas yang memiliki 3 peran utama dalam mendukung ekosistem blockchain DFINITY.

1. Memfasilitasi Tata Kelola Jaringan.

ICP dapat di kunci untuk menghasilkan neuron yang berpartisipasi dalam tata kelola jaringan melalui sistem vote (pemungutan suara), dimana dari situ lah, pemegang ICP akan mendapatkan imbalan. Konsep ini mirip seperti saat kita melakukan deposit di bank dengan durasi 6/9/12 bulan dengan imbalan bunga.

2. Dapat Memproduksi “Cycles”.

koin ICP juga dapat di konversi menjadi “cycles”, yang merupakan sumber daya, yang pada saat digunakan akan mengurangi suplai ICP dengan cara “burn”. Ibaratnya seperti untuk menjalankan mesin motor, kamu pasti tidak menggunakan uang (ICP) tapi menggunakan Pertamax (cycles). Namun, untuk mendapatkan Pertamax, kamu harus membayar (burn) menggunakan uang (ICP).

3. Alat Pembayaran Sebagai Imbalan.

Mirip seperti Bitcoin, DFINITY memiliki partisipan yang bertugas untuk mengamankan jaringan blockchain DFINITY. Pada setiap blok yang terbentuk maka akan mendapatkan imbalan berupa ICP yang akan dibagikan secara adil.

Tercatat bahwa total suplai ICP sebesar 469.213.710. Hingga mainnet, ICP telah terdistribusi kepada:

  • Yayasan, tim dan mitra: 52,93%,
  • Kontributor awal: 9,5%,
  • Kontributor penggalangan dana awal: 24,72%,
  • Kontributor penggalangan dana strategis dengan periode penguncian selama 3 tahun: 6,85%,
  • Kontributor penggalangan dana pra penjualan: 6,75%, dan
  • Penerima airdrop (gratis) sejumlah 50.000 peserta: 1,25%.

PENUTUP

Mungkin bagi sebagian orang, bahkan untuk orang yang sudah lama berkecimpung di dunia blockchain dan cryptocurrency, nama DFINITY masih terlalu asing didengar. Apalagi, DFINITY dengan tegas mengatakan bahwa produk mereka sebagai revolusi blockchain ke-3. Tentu untuk yang belum tahu, akan merasa keheranan juga.

Namun, proses yang panjang sejak 2016 hingga akhirnya mainnet pada 8 Mei 2021 membuktikan, bahwa DFINITY mampu mewujudukan visi nya. Ini terbukti dari demo yang sudah ditunjukkan, seperti aplikasi pesan “OpenChat” mirip Telegram, aplikasi social media “CanCan” mirip TikTok yang mampu berjalan dengan baik dan cepat pada jaringan ekosistem blockchain DFINITY.

DFINITY melalui Internet Computer bahkan mampu menjalankan bahasa pemrograman sendiri bernama “Motoko” yang katanya lebih bersahabat bagi developer.

Selain itu pengoperasian smart contract yang mereka namai “Canister” juga bisa beroperasi dengan baik, bahkan mampu mencatatkan transaksi hingga 1-2 detik saja. Cukup kuat membuktikan bahwa DFINITY sudah siap menjadi produk revolusioner blockchain dibandingkan pendahulunya, bukan?

Tak hanya itu, Vitalik Buterin yang merupakan founder dari Ethereum pun mengakui bahwa DFINITY memang harus menjadi pertimbangan. Meskipun Vitalik enggan menyebut sebagai pesaing, melainkan adik perempuan yang mampu bekerja sama untuk saling terintegrasi.

Namun dibalik semua kehebatan itu, tentu hampir semua proyek blockchain dapat besar karena adanya komunitas. Semakin besar komunitasnya maka ekosistem blockchain-nya pun semakin masif.

Jadi, bagaimana denganmu, apakah kamu semakin penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang ∞ DFINITY? Atau kamu sudah pusing membaca artikel ini?

Kamu bisa beristirahat sejenak, berkumpul bersama orang–orang terdekat, dan jika masih ada waktu, bisa kembali membaca artikel ini dan artikel lainnya di situs Tahu Blockchain. Kamu juga bisa bagikan artikel ini kepada orang–orang terdekatmu, agar lebih banyak orang tahu Apa itu ∞ DFINITY?